Kisah Kelinci dan Kura2

0

Written on 9:41 PM by Riza

Kisah Kelinci dan Kura2

Suatu ketika ada seekor kura2 dan seekor kelinci yang saling berdebat
tentang siapa yang paling cepat diantara mereka.
Mereka memutuskan untuk mengakhiri perdebatan dengan sebuah balapan.
Mereka memilih rute dan mulai berlomba.
Si kelinci berlari kencang beberapa saat. Kemudian ketika melihat bahwa ia
jauh mendahului si kura2,
ia berpikir utk duduk di bawah pohon dan beristirahat sebelum melanjutkan
pertandingan.
Si kelinci duduk dibawah pohon dan jatuh tertidur.
Sesaat kemudian si kura2 melewati si kelinci dan memenangkan lomba,
menjadi juara satu.
Si kelinci bangun dari tidur dan menyadari bahwa ia telah kalah dalam
lomba.

Moral cerita :
Perlahan tapi pasti -> memenangkan kompetisi.



Tapi belum lama ini, seorang sahabat saya menceritakan versi yang lebih
menarik dari cerita ini.

Kisah berlanjut....

Si kelinci kecewa karena kalah dalam lomba lari dan ia melakukan Defect
Prevention (Root Cause Analysis).
Ia menyadari bahwa ia kalah dalam lomba hanya karena ia terlalu percaya
diri dan ceroboh.
Kalau saja ia tak menganggap sepele semua hal, tak akan mungkin si kura2
mengalahkannya.
Lalu si kelinci menantang si kura2 untuk mengadakan perlombaan lari lagi.
Si kura2 setuju.
Kali ini si kelinci berlari sekuatnya dan tanpa berhenti dari awal sampai
akhir.
Ia menang telak.

Moral :
Cepat dan Konsisten selalu mengalahkan Perlahan tapi Pasti.


Jika anda memiliki dua orang dalam perusahaan anda, dimana yang satu
lambat, metodikal dan dapat diandalkan,
yang lain cepat dan tetap dapat diandalkan, orang yang cepat dan dapat
diandalkan akan secara konsisten naik ke puncak karir lebih cepat
dari orang yang lambat dan metodikal.
Memang baik untuk menjadi perlahan tapi pasti ; tapi lebih baik untuk
menjadi cepat dan dapat diandalkan.

Tapi cerita ini tidak selesai sampai disini.

Si kura2 berpikir keras kali ini, dan menyadari bahwa tak mungkin ia dapat
mengalahkan si kelinci dalam perlombaan yang diformat seperti ini.
Ia berpikir sejenak, dan menantang si kelinci dalam suatu balap lari lagi,
tapi dalam rute yang agak berbeda.
Si kelinci setuju. Mereka mulai berlari. Sejalan dengan komitmen diri si
kelinci untuk tetap cepat, si kelinci berlari cepat dengan kecepatan tinggi
sampai akhirnya ia menemui sungai lebar.
Garis finish berada sekitar dua kilometer di seberang sungai. Si kelinci
duduk dan diam, bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukannya.
Di saat yang sama si kura2 melaju terus, masuk ke dalam sungai, berenang
ke seberang sungai, lanjut berjalan dan memenangkan perlombaan.

Moral cerita :
Pertama-tama identifikasi core competency (kemampuan dasar) anda, dan
ubahlah medan permainan yang sesuai dengan kemampuan anda.

Dalam sebuah perusahaan, jika anda seorang pembicara yang baik, pastikan
anda menciptakan kesempatan untuk memberikan presentasi yang memungkinkan
senior manajemen untuk melihat anda.
Jika kekuatan anda adalah analisis, pastikan anda melakukan riset, laporan
dan kirimkan ke "atas".
Bekerja sesuai kekuatan anda tak hanya akan membuat anda diperhatikan,
tapi juga akan menciptakan kesempatan untuk berkembang dan maju.

Cerita ini juga belum selesai.

Si kelinci dan si kura2, pada tahap ini telah menjadi teman baik dan
mereka berpikir bersama-sama.
Keduanya menyadari kalau perlombaan sebelumnya sesungguhnya dapat
dimenangkan dengan lebih baik.
Sehingga mereka memutuskan untuk melakukan lomba yang terakhir, tapi kali
ini dengan berlari sebagai sebuah Tim.
Mereka mulai berlari, dan kali ini si kelinci menggendong si kura2 sampai
tepi sungai.
Disana si kura2 mengambil alih dan berenang dengan si kelinci di
punggungnya.
Di seberang sungai, si kelinci kembali menggendong si kura2 dan mereka
mencapai garis finish bersama-sama.
Mereka berdua merasakan kepuasan yang lebih besar dari yang mereka rasakan
sebelumnya.

Moral ceritanya ?

Memang baik untuk menjadi brillian secara individu dan memiliki core
competencies, tapi jika kita tak bisa bekerja dalam sebuah Tim dan mengolah
kekuatan
dasar masing2, kita akan selalu berprestasi di bawah standar, karena akan
selalu ada situasi dimana kita bekerja kurang baik,
dan orang lain bekerja dengan lebih baik.
Kerja Tim pada dasarnya adalah mengenai Kepemimpinan Situasional,
membiarkan seseorang dengan kemampuan dasar yang relevan dengan situasi,
untuk memimpin.

Ada pelajaran lain yang dapat diambil dari cerita ini.

Perhatikan bahwa si kelinci maupun si kura2 tidak menyerah setelah
kegagalan.
Si kelinci memutuskan untuk bekerja lebih keras dan lebih berusaha setelah
kegagalannya.
Si kura2 merubah strateginya karena ia telah lebih dulu bekerja dengan
giat.

Dalam kehidupan, ketika dihadapkan pada kegagalan, seringkali sesuai untuk
bekerja lebih keras dan berusaha lebih giat.
Seringkali juga lebih sesuai untuk merubah strategi dan mencoba hal yang
baru.
Dan seringkali, lebih tepat melakukan keduanya.

Si kelinci dan si kura2 juga mendapat pelajaran penting lain.
Ketika kita berhenti berkompetisi dengan lawan dan mulai berkompetisi
dengan situasi, kita dapat berprestasi lebih baik.

Pelajaran-pelajaran pentingnya adalah :

1. Cepat dan Konsisten akan selalu mengalahkan Perlahan tapi Pasti,
2. Bekerja sesuai kompetensi kita,
3. Mengumpulkan sumber-daya2 dan bekerja sebagai Tim akan selalu
mengalahkan individu2,
4. Jangan pernah menyerah saat dihadapkan pada kegagalan.

Dan terakhir, berkompetisilah melawan situasi. Bukan melawan rival.

Singkatnya, BE STRATEGIC !!!

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Post a Comment